Kamis, 08 Desember 2011

Komunikasi Bencana Melalui Social-Media

Badan penanggulangan bencana Nasional mencatat dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami 644 bencana. Dari bencana tersebut terdapat 1.711 orang meninggal, 1.398.932 terluka dan hilang serta 14.639 rumah hancur. Bencana terbesar terjadi di tahun 2010, bahkan pada tahun 2011, National Oceanic and Athmospheric Administration (NOAA) di Maryland, Amerika Serikat member peringatan akan adanya La Nina sepanjang tahun.

Melihat jumlah korban yang sangat banyak, sudah sepatutnya Indonesia membuat suatu sistem tanggap bencana. Social-media dapat menjadi pilihan untuk membantu masyarakat berkomunikasi pada saat genting. Peningkatan pengguna social-media di Indonesia sangat signifikan, jumlah pengguna twitter saja mencapai 7.6 juta akun.

Salah satu akun yang memakai twitter sebagai alat komunikasi pada saat bencana adalah @jalinmerapi. Dari pengalaman mereka menggunakan twitter sebagai media komunikasi dapat dijabarkan kelebihan dan kekurangan penggunaan twitter sebagai media komunikasi pada saat bencana:

Kelebihan

Kekurangan
Cepat, murah dan menjangkau banyak pihak khususnya kelas A dan B
Hanya terbatas pada fungsi tertentu karena keterbatasan teknis
Sangat mengedepankan citizen journalism, sehingga data yang dikumpulkan tidak memiliki muatan lain selain kemanusiaan
Membutuhkan media lain untuk menyampaikan informasi yang lebih panjang
Umpan balik cepat
Tidak menjangkau masyarakat tingkat sosial dan pendidikan rendah

Karena karakter twitter yang terbatas hingga 140, harus dibuat beberapa aturan yang nantinya akan memudahkan admin mengolah informasi. Pertama, tetapkan penggunaan hashtag, cara penulisan yang efisien dan informasi apa yang akan di retweet. Dengan begitu, informasi yang disebar akan efisien dan tepat guna.

Kedua, twitter dapat digunakan untuk menghubungkan pengguna ke media lain dengan memberikan link ke media yang lebih lengkap. Di sini, twitter digunakan sebagai media untuk memberikan notifikasi.

Terakhir, adanya kehadiran admin sebagai pengatur lalu lintas informasi. Ia bertugas untuk medistribusikan info pendek lalu mengarahkan follower mengakses media lain yang mengulas suatu informasi lebih dalam. Dengan kata lain, admin merupakan penyatu semua komponen yang ada.

Minggu, 04 Desember 2011

Kampanye, Iklan Politik dan Golput

Menurut UU no.10/2008, kampanye pemilu adalah  kegiatan Peserta meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program Peserta Pemilu. Menjelang masa kampanye pemilihan umum (pemilu) kita dapat melihat banyak sekali iklan politik yang ada di berbagai media, baik cetak mau pun elektronik. Hal ini tentu saja dimaksudkan untuk membangun kepercayaan publik melalui iklan.

Dana yang mengucur ke perindustrian iklan pun menajak tajam, mencapai Rp 2,154 triliun. meningkat sekitar 335  persen dibanding Pemilu 2004. Meski pun banyak dana mengucur untuk mempersuasi masyarakat memilih salah satu capres, tetapi tampaknya hal ini tidak berjalan efektif. Dari total suara pemilih yang terdaftar, 176.367.056 hanya ada 121.504.481 suara yang sah.

Bukti nyata iklan politik tidak serta merta mendatangkan suara pemilih dapat dilihat kepada Soetrisno Bachir yang mendominasi iklan politik, namun hanya mendapat 0,3% suara. Begitu juga dengan Prabowo Subianto yang hanya mendapat 1,5% suara.

Banyaknya iklan pun tidak membuat masyarakat menjadi peduli dengan siapa yang akan memimpin mereka. Jumlah pemenang pemilu dalam pemilu legislatif sejumlah 21.703.137 suara. Angka ini, lebih kecil dari jumlah golput, 49.212.158.

Iklan kampanye politik memang tidak dapat dikatakan membantu pencitraan masing-masing politisi di mata masyarakat. Iklan kampanye politik bukan referensi utama bagi masyarakat dalam memilih. Iklan politik justru dijadikan selingan yang menghibur. Sejatinya, rakyatlah penilai utama parpol.  

Selasa, 29 November 2011

Media Baru sebagai Sarana Beriklan

Iklan dengan menggunakan new media seperti Twitter, facebook dan aplikasi lainnya melalui internet semakin berkembang termasuk di Indonesia. Fenomena perkembangan iklan ini merupakan hal yang dapat diprediksi. Indonesia teercata sebagai negara pengguna facebook kedua terbesar di dunia dan pengguna Opera mini terbesar pertama di dunia.  

Tak bisa dipungkiri, perkembangan iklan di new media ini terjadi karena berbagai hal, yang pertama karena tarif yang semakin murah, sehingga segala lapisan masyarakat mampu mengakses internet. Alasan kedua karena teknologi internet pun dapat mengakses jaringan global dan mampu menampilkan semua jenis informasi. Hal ini memicu pertumbuhan bisnis media online dan akses mobile.

Selain pertumbuhan dan perkembangan teknis yang telah diurai, karakter online pun menjadi nilai tambah dari media baru sebagai sarana beriklan. Karakter online memang sangat kuat dan menjanjikan karena:
-          Dapat menembus ruang dan waktu
-          Penyajian bisa dalam bentuk teks, suara, video mau pun info grafik
-          Periodisasi terbit setiap saat, 60/24/7
-          Interaktif sehingga feedback dapat langsung ditangkap.

Hal ini membuat banyak pengguna internet lebih sering lagi mengakses internet. Para pengiklan melihat peluang ini untuk mempromosikan produknya. Dengan begitu, cost per person yang dikeluarkan pun relatif lebih murah. Pesan yang didapat oleh calon konsumen pun bisa disajikan lebih menarik dan efektif.

Rabu, 16 November 2011

Bisnis Stasiun Televisi



Televisi (TV) merupakan sebuah alat komunikasi yang mampu menarik perhatian komunikan karena sifat televisi yang audio visual. Pemirsa dapat mendengarkan informasi yang sedang disiarkan sekaligus melihat tayangan yang dipancarkan oleh pihak televisi. Kegiatan melihat dalam saluran televisi pun tidak membosankan seperti melihat koran atau bahkan komik karena gambar yang ditampilkan bergerak.

Tingginya minat masyarakat terhadap televisi membuat banyak pengusaha turut membuat saluran TV yang baru. Hal ini dapat dilihat dari jumlah channel televisi yang berkembang. Pada Juni 2010, tercatat 119 stasiun televisi lokal yang menjalankan aktifitas siaran. Angka ini belum termasuk TV berlangganan yang banyak menyiarkan program acara asing. Jumlah pemohon TV swasta sampai Juli 2010 adalah 93 Pemohon yang tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Jumlah penonton yang menjanjikan dan luasnya jangkauan siaran di Indonesia, banyaknya Production House (PH) yang muncul dan pola menonton yang tidak sehat memicu perkembangan stasiun TV. Akhirnya, mereka tidak memerhatikan konten siaran, namun lebih kepada bagaimana dapat menjual acara yang mereka buat. Karena itu, mereka mengikuti keinginan pasar.

Demi pencapaian rating yang tinggi, maka tidak aneh jika hal-hal yang diangkat berbagai saluran TV di Indonesia hanya seputaran 6S, sara, saru, seks (pornografi), sadis, sihir, sedih dan susah. Hal ini sungguh memprihatinkan karena komunikan tidak mendapat edukasi yang baik dari media. Untuk itu, dibentuklah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).Ada pun upaya KPI dalam menangani kasus ini :
-   Sosialisasi P3/SPS bagi pelaku industri televisi
-  Monitoring real time terhadap seluruh televisi siaran nasional selama 15 jam.
Menjatuhkan sanksi bagi televisi yang melakukan pelanggaran.
- Melakukan gerakan masyarakat melalui media literasi.
- Melakukan survey apresiasi khalayak terhadap program televisi.

Rabu, 02 November 2011

Padu Padan Photoshop untuk Fotografi

Fotografi berasal dari  bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis. Maksud dari kata fotografi sendiri  adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. (Wikipedia)

Alat yang digunakan untuk pengambilan foto adalah kamera. Cara kerja fotografi sendiri bergantung pada pemfokusan cahaya yang kemudian dibiaskan sehingga mampu melakukan pembakaran melalui medium penangkap cahaya (lensa). Medium yang dibakar dengan intensitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang masuk melalui lensa.

Untuk menentukan cahaya yang masuk ke lensa, ditentukan oleh tiga alat bantu ukur cahaya, yaitu: ISO (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (Shutter speed).
ISO adalah tingkat kepekaan lensa terhadap cahaya yang masuk. Diafragma adalah ukuran lensa yang terbuka sehingga menentukan besaran jumlah cahaya yang masuk. Kecepatan rana menentukan berapa lama lensa terbuka untuk menangkap cahaya.

Di era digital ini, keindahan fotografi dapat dipadupadankan dengan kecanggihan adobe photoshop. Sebuah perangkat lunak yang dapat mengedit foto yang telah diambil. Melalui bantuan photoshop, seorang editor foto dapat menentukan tingkat cahaya sehingga menghasilkan warna yang lebih enak dipandang.

Untuk menggunakan Photoshop dalam pengambilan gambar model, bapak Didit Anindita membagi pengetahuannya. Ia mengatakan, bahwa dalam menentukan tingkat warna dari kulit seseorang dibutuhkan paduan CYMK yang tepat. Berikut daftar komposisi warna yang diberikan bapak Didit



Kulit Indonesia
Kulit Ekspatriat
Kulit oriental
Cyan
7-10%
2-5%
5%
Yellow
20%
>5%
>5%
Magenta
30%
>5%
0
Black
0
0
0


Dengan menggunakan porsi warna yang tepat, seluruh bagian tubuh model yang diambil dengan tingkat cahaya yang paling tinggi (biasanya di daerah tulang pipi) dapat tergambar dengan warna yang baik di hasil cetak.

Rabu, 26 Oktober 2011

United Nation

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah sebuah lembaga resmi dalam skala internasional yang bergerak independen untuk melakukan misi-misi kemanusiaan. Ranah kerja PBB misalnya pengentasan kemiskinan yang diemban oleh UNDP, peningkatan pendidikan oleh UNICEF, UNESCO dan United Nation High Commission of Refugee (UNHCR).

Pada 2011, PBB mempunyai program The United Nations 4 You (UN4U) Campaign 2011. Fikom Untar mempunyai kesempatan untuk menggelar sebuah seminar campaign PBB ini yang diwakili oleh Ms. Mitra Salima Suryono, Associate External Relatins and Public di UNHCR.
UNHCR sendiri adalah sebuah lembaga yang menangani refugee (pengungsi). Menurut konvensi 1951 pasal 1a, pengungsi adalah mereka yang:
-       - berada di luar negara asal, memiliki ketakutan yang mendasar dan korban penganiayaan atas dasar ras, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu atau pendapat politik.
-             - Tidak dapat atau karena ketakutannya tidak mau memanfaatkan perlindungan dari negara tersebut.

Instrumen hukum utama yang dipegang oleh UNHCR adalah konvensi 1951 tentang status pengungsi dan protocol 1967 yang mengangkat batasan waktu dan geografis.

Prioritas orang-orang yang dibantu UNHCR adalah golongan rentan: anak-anak tanpa pendamping,wanita dengan kebutuhan khusus, korban tindak kekerasan dan manula.

UNHCR bekerja untuk membangun kesadaran tentang isu pengungsi yang ada di dunia. UNHCR membidik para anak muda untuk ikut memberi perhatian bagi para pengungsi. Hasil yang diharapkan dari kerja keras UNHCR adalah komitmen untuk membantu pengungsi. One Refugee is too many.

Minggu, 09 Oktober 2011

Perkembangan Pers dari Zaman Orde Lama Hingga Zaman Sosial Media

Pers mempunyai peran besar dalam memberitakan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dapat memperdengarkan pembacaan teks proklamasi ke seluruh pelosok nusantara melalui radio. Koran-koran pun tak ketinggalan mengabarkan keberhasilan perjuangan bangsa ini.


Sejak itu, banyak media cetak bermunculan, pilihan media pun menjadi beragam dan bersaing secara sehat. Media-media yang ada pada saat itu berada di bawah kontrol pemerintah meski tidak terlalu ketat. Pengaturan terhadap pers dilakukan oleh pemerintah. kebebasan berpendapat pun mulai dibatasi.


Selama orde baru, kontrol pemerintah menjadi semakin ketat. Pemerintah saat itu diktator, media yang berusaha menjatuhkan pihak pemerintah mengalami pembredelan. Sama sekali tidak ada kebebasan pers pada masa itu. Pers menjadi alat untuk meliput hal-hal baik tentang pemerintah.


Seusai rezim ode baru tumbang, pers mulai menemukan peran dan fungsinya sebagai pilar keempat. banyak kasus korupsi, kolusi dan nepotisme yang terungkap di kalangan pemerintah. Banyak media yang muncul dan mengkritik kinerja pemerintah. Kontrol pemerintah dapat dilihat oleh rakyat melalui pers.


Berbicara tentang media dan pers, tidak lepas dari teknologi informasi. Berkembangnya teknologi internet memicu munculnya komunikasi 2.0 di mana para pengguna internet (netter) dapat mengakses informasi dari pengguna belahan dunia lain. Tak hanya mengakses, netter lain pun dapat memberikan komentar terhadap informasi yang dibagikan. dari sinilah muncul jurnalisme bentuk baru, yaitu jurnalisme warga.


Munculnya catatan harian elektronik atau yang kerap disebut blog seperti yang disediakan blogspot.com danjejaring sosial seperti facebook dan twitter juga populer dan banyak digunakan pengguna internet sebagai sarana melakukan jurnalisme warga. 


Masalah yang dihadapi oleh pers saat ini adalah jurnalisme warga yang marak berkembang. Opini publik mudah berkembang. pemberitaan yang diambil dari sosial media belum tentu akurat, cenderung mengandalkan kecepatan dan mengabaikan ketepatan. 


Sumber Gambar:http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/06/karikatur-kebebasan-pers.jpg

Selasa, 04 Oktober 2011

Pengaruh Media Terhadap Budaya

Media massa mampu menyalurkan informasi kepada khalayak ramai di berbagai daerah secara serentak. Karena itu, media massa dipandang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi khalayak. Ia dapat membentuk segala pandangan publik, mulai dari opini publik sampai kebudayaan masyarakat.

Media massa memiliki dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. Sebagai contoh, lihat saja Shinta dan Jojo yang populer karena mengunggah video keong racun di situs youtube atau perkembangan reshuffle kabinet yang menuai berbagai respon rakyat sampai berpengaruh ke masalah ekonomi. Semua ini dikarenakan adanya publikasi dari media massa.

Dampak jangka panjang lebih sering dipermasalahkan karena mempengaruhi budaya suatu masyarakat yang menerima pesan. Budaya massa merupakan sebutan untuk budaya yang tercipta karena media massa. Menurut Bennet dan Tumin, kebudayaan massa adalah  seperangkat ide bersama dan pola perilaku yang memintas garis sosio-ekonomi dan pengelompokan sub-kultural dalam suatu masyarakat yang kompleks 

Budaya massa adalah budaya populer yang diproduksi untuk pasar massal. budaya ini diproduksi massal dan dipasarkan untuk mendapatkan profit dari konsumen bagi kaum kapitalis. Menurut Aliran Frankfurt, budaya populer adalah budaya massa yang dihasilkan industri budaya untuk stabilitas maupun kesinambungan kapitalisme

Budaya populer ini memiliki rumusan, berulang, mengagungkan kenikmatan, sentiimental, sesaat, mengorbankan nilai-nilai keseriusan, mengorbankan intelektualitas. Budaya populer atau kerap disebut budaya pop sering disebut budaya tingkat rendah.

Musik pop adalah salah satu bentuk dari budaya pop. Semua orang dapat dengan mudah menikmati musik ini. Tidak memiliki tingkat intelektualitas tertentu untuk menikmati musik ini. Liriknya dapat dengan mudah menyentuh hati para pendengar, mengembangkan fantasi mereka atau malah menjadi pelarian. Berbeda dengan musik jazz digolongkan dalam budaya tingkat tinggi. Butuh intelektualitas untuk memainkan dan mengapresiasi musik aliran ini.

Media dapat membentuk pandangan masyarakatnya sedemikian rupa dan juga bisa menjadi cerminan dari khalayak media tersebut. Media diharapkan dapat memberikan asupan-asupan nilai positif bagi khalayaknya. Kemudian menggiring khalayak untuk menjadi penikmat tayangan atau informasi berkualitas. Perlu diingat, media bukan hanya alat pengeruk keuntungan, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk emndidik khalayaknya.

Sumber foto: karodalnet.blogspot.com/2010/07/foto-shinta-dan-jojo.html

Selasa, 27 September 2011

Anatomi Media Penyiaran

 Penyiaran adalah aktifitas pemancaran siaran melalui sarana pemancaran dengan menggunakan spectrum frekuensi radio melalui udara, kabel atau media lainnya sehingga dapat diterima secara serentak dalam waktu yang sama oleh komunikan melalui perangkat penerima siaran. 
Ada pun anatomi penyiaran yang ada:
     1.       Lembaga/ institusi :
Menurut Ketentuan Umum UU 32/2002 “lembaga penyiaran adalah penyelenggara penyiaran, baik lembaga penyiaran publik, lembaga penyiaran swasta, lembaga penyiaran komunitas, maupun lembaga penyiaran berlangganan yang dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya berpedoman pada peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku". Lembaga penyiaran dapat berupa institusi,  PT, Yayasan, Group dll

2.      Perizinan :
Perizinan menyangkut legalitas yang dimiliki oleh lembaga penyiaran dan program penyiaran

3.      Kepemilikkan
Kepemilikkan lembaga penyiaran dapat saja dipegang oleh perorangan atau grou yang badan hukum

4.      Isi/ konten :
Isi dari sebuah aktifitas penyiaran juga sangat penting karena dapat mempengaruhi komunikan. Isi dari aktifitas penyiaran hendaknya dapat membangun para komunikan dan jauh dari isu seks, agama dan ras serta isu-isu lain yang dapat merusak moral atau menebar kebencian.

5.      Infrastruktur :
Peralatan seperti antena, satelit, pemacar, internet, gelombang siaran berperan penting agar apa yang diterima oleh komunikan memiliki kualitas yang baik.

6.      Organisasi bisnis/ usaha :
Masalah organisasi bisnis atau usaha menyangkut langsung dengan tingkat pendapatan suatu media siaran. Pendapatan atau profit diperkukan untuk keberlangsungan sebuah lembaga siaran.

7.      Sumber daya manusia (SDM):
Di dalam media siaran, SDM seperti redaksi, staf, editor, wartawan merupakan bagian yang penting karena mempengaruhi langsung konten yang akan disajikan. SDM berkualitas akan menghasilkan konten kretif yang berkualitas pula.

8.     Pasar/ market share :
Pasar dari sebuah lembaga siaran dapat mencakup lokal, nasional, global.

9.      Audience :
Audience atau khalayak penerima pesan berpengaruh langsung terhadap penghasilan sebuah media siaran. Semakin tinggi jumlah audience, semakin tinggi pula minat pemasang iklan di media itu.

10.  Regulasi:
Karena menggunakan spectrum frekuensi radio yang sebenarnya adalah milik umum dan tidak boleh dikuasai oleh pihak mana pun, kegiatan penyiaran memerlukan adanya regulasi atau peraturan. Di Indonesia, penyiaran diatur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Pemerintah Indonesia sendiri mempunyai Undang-undang yang mengatur penyiaran, yakni: UU no. 36 tahun 1999,  UU no. 40 tahun 1999, UU no. 32 tahun 2002, UU no. 11 tahun 2008.


Selasa, 20 September 2011

Jurnalisme Gaya Baru

Sekitar tahun 2000, radio Elshinta mengembangkan jurnalisme yang membuat para pendengarnya melakukan kegiatan seorang jurnalis. Jurnalisme bentuk baru ini kemudian berkembang di Indonesia dan kerap disebut jurnalisme warga (citizen journalism). Bentuk jurnalisme ini menempatkan warga sebagai subjek yang mencari, mencatat, mengumpulkan dan mempublikasikan berita.

Ada beberapa hal yang memicu munculnya jurnalisme warga; yang pertama, jelas karena perkembangan teknologi yang semakin canggih dan murah. Hal ini memungkinkan para pendengar, pembaca atau pemirsa terlibat aktif untuk membagikan informasi dalam sebuah media.

Kedua, masyarakat mampu mengangkat hal-hal yang bersifat lokal dan individual daripada media. Hal ini dikarenakan keterbatasan media-media besar yang tidak berada di seluruh pelosok Indonesia. Sebut saja peristiwa tsunami 2006 di mana video yang memperlihatkan bagaimana tsunami terjadi berasal dari warga, bukan dari jurnalis profesional.

Terakhir berhubungan dengan agenda setting media yang fokus terhadap kasus-kasus tertentu dan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang sebenarnya butuh informasi-informasi yang berguna untuk mengembangkan usaha pertaniannya, namun dijejali berita-berita korupsi. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap media.

Perkembangan pesat yang terjadi dalam jurnalisme warga ini pun bukan tanpa cacat. Karena ada menjadi seorang jurnalis juga terikat oleh kode etik dan ada nilai-nilai berita yang tak dapat diabaikan begitu saja. Baik itu jurnalis warga atau professional, mereka tidak boleh melanggar asas praduga tak bersalah atau dengan kata lain tidak menuduhkan sesuatu yang belum tentu benar terhadap seseorang tanpa putusan dari pihak berwenang.

Jurnalis juga harus melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak yang terkait atau istilahnya cover both side. Sebuah berita yang dipublikasikan kepada publik tidak boleh mengandung unsur SARA, sarkartis, sadistis dan pornografi. Beberapa hal ini yang kerap menjadi masalah dalam kegiatan jurnalisme warga.
Penulisan berita yang sesungguhnya pun tidak terlepas dari Sembilan nilai berita, yakni aktualitas, keberimbangan, relevansi, signifikansi, kebesaran nama seorang tokoh yang diangkat, besarnya suatu peristiwa/magnitude, proksimitas, dan kompetensi sumber. Ketika sebuah berita mengandung sembilan unsur tersebut, maka, berita yang diangkat pun pasti menarik dan berpengaruh bagi khalayak. 

Selasa, 13 September 2011

Persepsi tentang Perempuan dalam Media

Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika mendengar kata “perempuan”? Tertindas, lemah, ibu Kartini, kaum yang harus dibela, dapur atau mungkin mandiri, duta bangsa, calon pemimpin? Sadar atau tidak, persepsi yang anda miliki ini sedikit banyak dipengaruhi oleh media
.
Lalu, bagaimana media sendiri mempersepsi perempuan dalam bingkai mereka? Ibu Henny Wirawan, dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara mengajak kami berdiskusi tentang hal itu dalam kelas kapita selekta pada 7 Sepetember 2011 lalu.

Ada hal positif yang terangkum dalam pertemuan itu:
Peranan perempuan sudah mulai terlihat di sektor public, bukan hanya di dapur dan mengurus anak. Contohnya saja iklan pepsodent yang tidak menggunakan sosok ibu untuk mengemong anak menyikat gigi. Beberapa iklan seperti Vitalong C mengangkat sosok wanita karir yang sibuk di kantor yg butuh tenaga ekstra.

Perempuan dianggap sudah mandiri dan dianggap bisa menjadi leader dalam dunia sosial politik. Sebut saja ibu Sri Mulyani yang disorot dalam keberhasilannya meraih jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Sosok terpelajar juga dipercaya menjadi duta dalam berbagai aspek seperti budaya, pariwisata bahkan membawa nama negara dalam kancah internasional.

Di beberapa media yang mengadakan kesempatan tanya jawab, perempuan sudah mulai berani megutarakan kehidupan pribadi seperti masalah seks. Hal ini dianggap sebuah kemajuan yang penting oleh ibu Henny karena banyak wanita yang malu mengungkap masalah seks nya padahal itu sangat berpengaruh dengan kesehatan (misal: kanker serviks).

Setelah mengurai hal positif, ada pula beberapa hal negatif yang sering digambarkan media tentang perempuan:

Media sering mengekspos sensualitas perempuan. Hal ini ditujukan untuk menarik perhatian kaum adam dalam berbagai iklan atau berita. Dalam hal ini, perempuan diposisikan sebagai objek dan  pemanis.

Gaya hidup konsumerisme dan hedonisme juga kerap dikaitkan dengan wanita. Hal ini sangat jelas terlihat dalam sinetron-sinetron yang menayangkan perempuan sebagai sosok yang hobi belanja, hidup foya-foya dan selalu  menggunakan barang-barang terbaru.