Selasa, 13 September 2011

Persepsi tentang Perempuan dalam Media

Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika mendengar kata “perempuan”? Tertindas, lemah, ibu Kartini, kaum yang harus dibela, dapur atau mungkin mandiri, duta bangsa, calon pemimpin? Sadar atau tidak, persepsi yang anda miliki ini sedikit banyak dipengaruhi oleh media
.
Lalu, bagaimana media sendiri mempersepsi perempuan dalam bingkai mereka? Ibu Henny Wirawan, dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara mengajak kami berdiskusi tentang hal itu dalam kelas kapita selekta pada 7 Sepetember 2011 lalu.

Ada hal positif yang terangkum dalam pertemuan itu:
Peranan perempuan sudah mulai terlihat di sektor public, bukan hanya di dapur dan mengurus anak. Contohnya saja iklan pepsodent yang tidak menggunakan sosok ibu untuk mengemong anak menyikat gigi. Beberapa iklan seperti Vitalong C mengangkat sosok wanita karir yang sibuk di kantor yg butuh tenaga ekstra.

Perempuan dianggap sudah mandiri dan dianggap bisa menjadi leader dalam dunia sosial politik. Sebut saja ibu Sri Mulyani yang disorot dalam keberhasilannya meraih jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Sosok terpelajar juga dipercaya menjadi duta dalam berbagai aspek seperti budaya, pariwisata bahkan membawa nama negara dalam kancah internasional.

Di beberapa media yang mengadakan kesempatan tanya jawab, perempuan sudah mulai berani megutarakan kehidupan pribadi seperti masalah seks. Hal ini dianggap sebuah kemajuan yang penting oleh ibu Henny karena banyak wanita yang malu mengungkap masalah seks nya padahal itu sangat berpengaruh dengan kesehatan (misal: kanker serviks).

Setelah mengurai hal positif, ada pula beberapa hal negatif yang sering digambarkan media tentang perempuan:

Media sering mengekspos sensualitas perempuan. Hal ini ditujukan untuk menarik perhatian kaum adam dalam berbagai iklan atau berita. Dalam hal ini, perempuan diposisikan sebagai objek dan  pemanis.

Gaya hidup konsumerisme dan hedonisme juga kerap dikaitkan dengan wanita. Hal ini sangat jelas terlihat dalam sinetron-sinetron yang menayangkan perempuan sebagai sosok yang hobi belanja, hidup foya-foya dan selalu  menggunakan barang-barang terbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar